SYAARAR.COM

Article
Content-Image
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 11 Desember 2008, 12:57:3
Dibaca : 3115

Pembenahan Kota Makkah, terutama kawasan di sekitar Masjid Al Haram, tetap menjadikan Kakbah sebagai sentrum. Bahkan, kali ini ada pembenahan yang cukup revolusioner di sekitar bangunan kubus itu, sehingga jamaah lebih nyaman beribadah.

Laporan: Anas Sadaruwan, Makkah dan Dahlan Iskan, Surabaya

PERUBAHAN total wajah Kota Makkah ini sebenarnya sudah lama direncanakan: 1989. Tapi, memang banyak pekerjaan perencanaan yang harus dilalui sehingga secara fisik, pembebasan tanahnya baru bisa dilakukan pada 2004.

Perencanaannya pun cukup hati-hati. Untuk menggusur peninggalan bersejarah, misalnya, sampai dilakukan pengecekan secara internasional. Termasuk penggusuran Benteng Ajyad yang dibangun pada 1775 yang diprotes oleh Turki: ternyata bangunan itu tidak termasuk yang dilindungi UNESCO, badan PBB untuk urusan kebudayaan.

Meski begitu, pemerintah Arab Saudi tetap akan mengabadikannya dengan cara ini: membangun replika benteng itu. Hanya, replika itu tidak akan dibangun di tempat asalnya. Replika itu akan dicarikan tempat yang lebih terhormat dalam keseluruhan tata Kota Makkah yang baru. Total ada enam proyek superblok di pusat Kota Makkah, yang berarti di sekitar Masjid Al Haram. Kalau di sebelah barat masjid ada superblok Jabal Omar, di sebelah timur masjid ada proyek superblok Jabal Khandama. Sebagaimana juga proyek Jabal Omar, superblok Jabal Khandama akan berupa bangunan-bangunan apartemen pencakar langit, hotel-hotel bintang lima, mal, dan segala macam keperluan orang hidup.

Kalau proyek Jabal Omar seluas 23 hektare, Jabal Khandama tiga kali lipatnya. Karena letak Jabal Khandama berdekatan dengan Jabal Kubes, berarti lokasinya di sekitar istana.

Di lokasi ini memang ada istana yang khusus dipergunakan oleh keluarga kerajaan kalau sedang berada di Makkah. Istana ini berupa bangunan tinggi yang dari lantai tertentu bisa melihat Kakbah. Maklum, bangunan istana ini memang praktis menempel di Masjid Al Haram, dekat Babul Malik.

Yang belum jelas adalah apakah istana ini termasuk yang harus digusur, karena lokasinya yang terlalu mepet masjid. Atau tetap dipertahankan karena bangunan itu sendiri masih relatif baru.

Enam proyek superblok baru inilah yang akan mengubah secara total wajah Kota Makkah. Juga mengubah pemandangan sekitar Masjid Al Haram. Maklum, lokasi enam proyek tersebut semuanya di sekitar masjid. Bahkan, menjadikan masjid sebagai sentrumnya.

Desain-desain tata kota di enam superblok itu juga dirancang secara terbuka. Layout proyek-proyek itu ditenderkan secara internasional. Juga antara satu proyek dan lima lain harus sinkron dan menjadi satu kesatuan perencanaan. Untuk mengikuti tender itu sudah ada pedoman dasarnya. Yakni, satu perencanaan tata Kota Makkah yang baru, yang disiapkan oleh perusahaan ahli tata kota modern dari Prancis: Atelier Lion. Berdasarkan konsep dasar itulah, peserta sayembara tata kota mengerjakan perencanaan detail enam proyek di sekitar Masjid Al Haram itu, termasuk dua proyek utama: Jabal Omar dan Jabal Khandama di dekat Jabal Kubes itu.

Dengan enam superblok itu, gaya hidup penduduk Makkah akan berubah total. Dari kebiasaan lama tinggal di rumah-rumah biasa, menjadi berumah di apartemen-apartemen.

Ini akan sama dengan apa yang terjadi di dunia Barat. Budaya rumah lama dengan tatanan khas Arabnya akan mengalami perubahan drastis. Dari wajah lahirnya, Kota Makkah masa depan akan terlihat seperti Kota New York atau Singapura.

Penataan Makkah memang boleh dibilang belakangan. Pemerintah kelihatannya lebih mendahulukan penataan Kota Madinah. Kota Madinah (tempat Nabi Muhammad SAW melanjutkan penyebaran agama sampai meninggal dunia) memang sudah sepuluh tahun terakhir ini terlihat sangat cantik. Taman-tamannya luas dan banyak pepohonan. Masjid Nabawi sendiri dibangun kembali dengan sangat cantiknya: termasuk kawasan sekitar masjid. Sistem toiletnya yang di bawah tanah itu bisa dibilang sempurna untuk memenuhi kebutuhan jutaan jamaah haji: bersih, modern, dan naik turunnya memakai eskalator.

Halaman masjidnya yang sangat luas, di samping bisa menampung banyak jamaah, juga menjadi landscape tersendiri bagi masjid itu. Tapi, memang masih ada kelemahannya. Kalau lagi musim panas, halaman itu silau dan membuat kaki yang menginjaknya belingsatan. Tahun ini semua kelemahan itu sudah dipecahkan: halaman itu dipasangi payung-payung raksasa dengan sistem buka tutup elektronik. Bahan-bahannya juga sangat luks sehingga terkesan sangat modern. Pada musim panas, halaman itu praktis berpayung. Sedangkan di musim sejuk, payung-payung itu menutup dan bentuk tertutupnya menjadi hiasan yang memperindah masjid.

Ide memayungi halaman Masjid Nabawi tersebut rupanya datang dari pengalaman masjid itu sendiri saat dilakukan pembangunan secara besar-besaran 20 tahun lalu. Di bagian dalam Masjid Nabawi, terutama yang menghubungkan bangunan lama dan baru, juga ada ruang tembus langit yang cukup luas. Ruang ini menjadi bagian dari masjid dan justru menjadi unsur ventilasi raksasa bagi masjid yang atapnya begitu masif.

Pada saat-saat tertentu, ventilasi ini ditutupi payung-payung. Di saat tertentu, seperti waktu malam atau pagi, payung-payung itu ditutup. Bentuk payung-payung penutup itu seperti hiasan interior tersendiri bagi masjid besar tersebut.

Rupanya dari situ pula pelajaran dipetik: di Makkah, di Masjid Al Haram, juga akan dipasang "payung" serupa. Memang berada di pelataran sekitar Kakbah bisa memberikan suasana kerohanian yang khusus, terutama pada jam-jam menjelang sahur di bulan puasa.

Namun, di musim panas, terutama tengah hari, pelataran di sekitar Kakbah panasnya bukan main. Padahal, kita harus bertelanjang kaki di situ. Marmer pelataran itu memang sangat menyejukkan, tapi di puncak musim panas tetap saja luar biasa menyengatnya.

Dengan pemasangan "payung-payung" itu nanti, soal ini juga terpecahkan. Apalagi, secara desain payung itu sudah disesuaikan dengan lingkungan Masjid Al Haram, termasuk keberadaan Kakbahnya.

Melihat maket Masjid Al Haram berpayung, rasanya baik-baik saja. Artinya, tidak ada perasaan kebatinan yang terganggu kesuciannya oleh kehadiran benda-benda baru yang didesain indah itu. Entahlah bagi orang yang berpendapat bahwa Masjid Al Haram harus dipertahankan keasliannya karena merupakan tempat paling suci di mata umat Islam.

Berubahnya gaya hidup perumahan di Makkah itu, mau tidak mau, kelak juga akan mengubah gaya hidup sebagian orang Indonesia yang selama ini penataan rumahnya juga dimirip-miripkan dengan rumah orang Arab. Maka, bagi menteri perumahan, ini juga kabar baik: kampanye rumah bersusun menjadi tidak sesulit dulu. Padahal, dibanding Arab, Indonesia jauh lebih mendesak mengubah sistem perumahan rakyatnya dari yang "serakah tanah" seperti sekarang ini ke rumah vertikal yang efisien.(*)

Source : Kalim Post



Tags
MakkahMasjid Al Harammasjidil haramkabbahtransport
Social Media


Post related
  • Makkah dan Masjid Al Haram yang Sedang Ganti Total Wajah (2)
  • Makkah dan Masjid Al Haram yang Sedang Ganti Total Wajah (1)
  • Yang Tercecer 62 (Sejak Kapankah Gelar Haji Ada?)
  • Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :

     

    Hit's Today
    Content-Image
    Beebread = kata benda, terdiri dari suatu campuran tepung sari dan madu dan yang digunakan ...
    Content-Image
    Ada beberapa pembaca yang mungkin masih awam tentang koding sehingga kesulitan untuk menambahkan konten ini ...
    Content-Image
    Hafidz yang berumur 16 tahun ini tertangkap overstay karena terpisah dari rombongan yang melakukan dakwah ...
    Assalamualaikum wr. wb.Pak ustadz, bolehkan seorang yang berqurban pada Hari Raya Qurban meminta bagian daging ...

    2014-10-27 10:10:15
    Selamat bekerja, semoga kabinetnya amanah dan tidak korup.
    2014-10-22 10:16:02
    Ya Allah, berilah kesehatan untuk BJ Habibie.
    2014-10-20 14:07:27
    Akhir Indonesia punya presiden baru. Semoga feature yang disampaikan saat kampanye bisa dijalankan.
    Jadwal Shalat

    Wilayah Jakarta : 30 Oktober 2014, 22:09:2

     Imsak: 4:05
    Subuh: 4:15
    Dhuhur: 11:36
    Ashar: 15:59
    Maghrib: 17:48
    Isya: 18:57
      

    Content-Image
    Dengan gaya bahasa yang enak dibaca, buku ini mengungkap fenomena tauhid sebagai suatu kebenaran hakiki yang akan mendorong pembacanya untuk senantiasa bertindak karena mengharapkan ridha Allah swt. semata, dan karenanya sangat layak dijadikan bahan renungan.

    Content-Image
    CD ini merupakan kumpulan ceramah-ceramah Ir.Permadi Alibasyah yang dikemas dalam 12 CD format MP3, masing-masing mempunyai masa putar 11 jam dan 2 CD format video. Harga Rp. 322.000.

    Content-Image
    Buku kecil ini sengaja didesain dalam format kultum, agar dapat dijadikan sebagai teman merenung dan mengasah kalbu.