Category : Refleksi > Motivation
Author ; Syamsul Arham
Date : 10 Agustus 2006, 05:50:00
Hits : 1757

Saat ini di dunia kerja telah berkembang berbagai macam karir, baik pria atau wanita sama-sama mempunyai kesempatan dalam mengembangkan dirinya dalam profesionalitas sehari-hari.


Saat ini di dunia kerja telah berkembang berbagai macam karir, baik pria atau wanita sama-sama mempunyai kesempatan dalam mengembangkan dirinya dalam profesionalitas sehari-hari. Karir yang baik terkadang tidak ditinjau dari jumlah pendapatan, tapi kepuasan dan kenyamanan bekerja, walaupun kebanyakan orang menilai karir yang baik dari jumlah pendapatan juga. Kesuksesan seseorang harus ditebus dengan harga yang mahal, ada waktu, tenaga, dan pikiran tidak dibayar dengan harga yang sedikit. Sebagian dari mereka berharap menjadi kaya dengan bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan, tetapi sebagian yang lain berpendapat sebagai seorang karyawan, kita tidak pernah benar-benar kaya, sampai kita memutuskan menjadi pemilik perusahaan tersebut, barulah betul kaya pada saat perusahaan untung besar.

Kalau dipikir-pikir, memang itulah kenyataannya, seorang karyawan tidak akan pernah menjadi pemilik dari perusahaan, apapun perusahaan tersebut. Contoh:

AB bekerja di perusahaan multi nasional, dengan posisi Manajer Proyek, sebetulnya karirnya mentok sampai disitu saja, mana mungkin dia diangkat menjadi seorang Direktur? Biasanya Direktur Perusahaan adalah kerabat dari pemilik perusahaan, walaupun saat ini banyak perusahaan mengangkat Direktur Profesional, contoh Perusahaan Bakrie, tapi kejadian itu jarang sekali terjadi loh!

Contoh lain: XY memutuskan untuk wiraswasta, dengan membuka pencucian mobil, yang hanya modal 1 keran dan ledeng di depan rumahnya. Awalnya sulit untuk mendapatkan pasar, tapi kebanyakan orang di komplek, tidak punya waktu untuk mencuci mobilnya, sehingga lambat laun mereka menjadi langganan XY. Semakin XY berpromosi dan memperluas pasar, maka keuntungan semakin banyak, dan akhirnya XY bisa mendapatkan omzet 3 juta per bulan, hanya dengan usaha mencuci mobil! Perlu kerja keras memang, dan tentunya diikuti ketekunan.

Nah, kalau memang pandangan tentang karir Anda sudah berubah, tentunya Anda semangat dong! Kepingin punya usaha dan membayangkan hal-hal sebagai berikut

- Anda bisa jadi boss!

- Anda dapat bekerja kapan saja sesuka Anda. Tidak ada kartu jam kerja laa!

- Anda dapat mengumpulkan lebih banyak keuntungan dan bahkan dapat menjadi kaya raya.

- Anda berpendapat, kalau Anda kerja keras maka usaha Anda akan terlihat maju pesat.


Namun tidaklah sesederhana itu. Malahan usaha kecil banyak sekali yang berantakan serta memutar-balikkan harapan-harapan Anda menjadi:

- Anda akan bekerja panjang melebihi kartu jam kerja

- Anda boleh jadi tidak berhasil menjadi kaya, apalagi kaya raya.

- Anda telah bekerja superkeras dan toh menyaksikan bahwa usaha Anda tidak tumbuh secara pantas.

-- Anda akan bertanya, dimana salahnya?

Semangat saja, ternyata belum cukup. Selain perencanaan bisnis, modal dan ketrampilan, masih banyak faktor pendukung lainnya yang harus Anda persiapkan. Di bawah ini dipaparkan hal-hal pokok. Jangan diabaikan.


1. Masalah Penyesuaian dalam Karir Baru

Betapa pun, Anda akan mengalami masa-masa sulit, yaitu masa penyesuaian diri dengan bisnis kecil itu. Ketidak pastian dan pergolakan, terjadi dalam perencanaan dan pelaksanaan karir yang kedua. Manajemen bisnis kecil membutuhkan pikiran yang tajam dan kemauan yang kuat untuk mempelajari sejumlah besar bidang pengetahuan yang berbeda. Wiraswasta baru harus berani mengambil langkah besar, memadukan beberapa fungsi-fungsi operatif yang berbeda dalam diri setiap staff. Itulah sebabnya sering terdapat kasus dimana banyak ex-manajer dari perusahaan besar ternyata gagal berwiraswasta karena mereka tidak mampu menangani bidang-bidang fungsional lainnya. Dalam perusahaan besar, mereka mempunyai bidang-bidang tertentu sesuai dengan keahliannya, seperti keuangan, marketing, teknis. Tetapi dalam perusahaan sendiri, kemampuan tersebut harus dimiliki semua, sehingga pemilik usaha merupakan Manajer Multi-fungsional.

Menyeleksi karir baru terutama dalam kewiraswastaan bisnis kecil tidak dapat dilakukan dengan sembrono. Perubahan karir dengan cara mendadak memang dapat memberikan surprise yang mengembirakan. Namun jika Anda tidak hati-hati dan melihat jauh ke depan, tindakan Anda akan menjadi suatu kekeliruan besar.

Jadi, jika semangat Wiraswasta Anda berkobar-kobar, langkah utama Anda adalah mengembangkan program sistematis yang aman dalam suatu bisnis kecil.


2. Kondisi Fisik dan Mental

Sebelumhya sudah disinggung, bahwa Anda akan bekerja melampaui batas waktu kerja biasanya, karena dalam tahap awal, seorang wiraswasta melakukan semua tugas-tugas fisik sebagai upaya untuk menghemat biaya. Oleh karena itu, Anda dituntut untuk memiliki stamina yang tangguh. Ada baiknya Anda melakukan general check-up sebelum keluar dari pekerjaan sekarang, sehingga Anda bisa memantau kesehatan Anda, hehehe.. dengan biaya kantor tentunya.


3. Dukungan dan Komitmen Keluarga

Anda tentu tahu, karena alasan keluarga-lah Anda mencari pendapatan yang lebih besar, atau waktu yang lebih mudah diatur. Tentunya mengambil keputusan untuk berwiraswasta, harus full-support dari keluarga to? Nah, kalo keluarga sudah men-support, sekarang jelaskan kepada mereka semua konsukuensi yang akan didapat dari keputusan ini, dan jelaskan keuntungannya. Libatkanlah mereka dalam proses pengambilan keputusan sederhana, atau yang rumit sekalipun. Dengan begitu, mereka betul-betul merasa memiliki dan ikut berjuang dalam membangun usaha ini.


4. Perencanaan Keuangan

Untuk yang satu ini, Anda harus melakukan analisis yang tajam. Tempatkanlah modal Anda secara hati-hati. Pembiayaan harus meliputi pengeluaran selama 3 hingga 4 bulan sejak operasi, hingga bisnis Anda mulai landas atas modalnya sendiri. Modal terbesar didapat dari tabungan keluarga Anda, sudah pasti!

Dan saat ini Anda dapat mengajukan kredit tanpa agunan ke Bank tertentu, walaupun yang didapat tidak banyak, tapi lumayan untuk menutupi biaya awal kan?

Pada tahap awal, modal biasanya diperlukan untuk biaya mengurus legalisasi, membeli inventaris dan mendekor kantor, dan lain sebagainya. Setelah itu, diperlukan juga biaya operasional seperti membayar gaji karyawan, promosi, membeli bahan baku, dan lain lain.

Hemm, untuk menekan biaya pembelian inventaris, gunakan barang-barang yang telah tersedia, dan jangan membeli yang baru, seperti contohnya, saya sendiri menggunakan digital-camera pinjaman dari orang tua, laptop lama dan printer canon saya yang sudah tua. Lumayan, menekan modal awal! :)


5. Mengembangkan Hubungan Yang Menguntungkan

Jangan lupa, teman merupakan hal terpenting bagi kita! yaaa. Teman. Bagi seorang pengusaha teman biasa, teman baik, atau sahabat merupakan aset penting, karena bagaimanapun juga, suatu saat kita membutuhkan dia.

Perluaslah pergaulan Anda dan temukan teman-teman dan relasi baru dalam dunia bisnis. Kalau perlu, dekatilah orang-orang penting, dan jadilah SPONGE untuk menyerap semua ilmunya! :)


6. Part Time, dapat dijadikan tahap Penjajagan

Sebelum terjun bebas ke dunia wiraswasta, ada baiknya Anda melakukan try-out. Cara paling ampuh, adalah melakukan riset terhadap orang-orang di sekitar kita. Cobalah menjual produk tertentu ke mereka, kira-kira terjual atau tidak? Kalau berhasil, cobalah menjual ke ruang lingkup kecil dan tidak langsung buka toko/perusahaan. Memulai dengan cara ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain:

- Memberi waktu untuk mmempelajari diri sendiri

- Menghindari turunnya pendapatan secara drastis dan mendadak, dibandingkan karir yang pertama

- Menghasilkan pendapatan tambahan

- Tenggang waktu untuk mempelajari dan mempraktekkan prinsip-prinsip manajemen wiraswasta.

Dari hasil try-out, dapat dianalisis, apakah wiraswasta merupakan hal yang baik atau tidak, tapi jika produk tertentu tidak berhasil, maka cobalah dengan jenis produk yang berbeda, atau mungkin jasa? Konsep saya sih, selama Anda belum menemukan produk yang sesuai dengan jiwa Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa menjual dengan baik. Maka cobalah terus, sampai menemukan yang terbaik.. dan jika hasil analisa berhasil, tunggu apalagi? 1.. 2.. 3..

TERJUNNNNNN…


Wassalam,

Syamsul

http://wsyakinah.blogspot.com/

Social Media