Category : Hitech > Hitech
Author ; Syamsul Arham
Date : 26 September 2018, 09:33:00
Hits : 0

Microprocessor

Beberapa hari ini lagi viral tentang akan terjadinya kecurangan pilpres karena komputer hanya mengenal bilanngn 0 dan 1, tidak mengenal bilangan 2.

Menurut saya ini adalah informasi yang sangat menyesatkan.

Dalam dunia matematika ada dikenal bilangan dasa, bilangan oktal, bilangan hexa dan bilangan biner.

Semua bilangan ini dipakai dalam dunia komputasi atau lebih dikenal dunia digital.

Masing-masing bilangan di atas mempunyai tingkatan dimana tingkatan yang paling tinggi adalah bilangan yang mudah dipahami oleh manusia pada umumnya sampai pada tingkat yang terendah yang tidak semua orang mengerti untuk memahami apalagi menggunakannya.

Tingkat yang paling tinggi yang kita kenal bilangan dasa atau desimal yaitu bilangan 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Ini bilangan yang kita pakai sehari-hari.

Sedangkan tingkatannya dibawahnya adalah bilangan hexa yaitu bilangan; 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. Bilangan ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yang menggambarkan tentang teknologi atau dunia digital. Contohnya; 0AEF, 48A6F0, D7AB3E.

Dibawah itu namanya bilangan oktal yaitu; 0,1,2,3,4. Ini jarang dipakai dan hampir dilupakan.

Sedangkan tingkat yang paling rendah adalah bilangan biner yang hanya mengenal angka 0 dan 1.

Dalam dunia digital yang masing-masing bilangan atau formasi bilangan merupakan manifestasi dari suatu karakter atau aksara atau abjad atau bilangan atau kode dari setiap tingkatan.

Setiap karakter bisa diterjemahkan dari tingkat terendah ke tingkat yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Dalam dunia pemograman, karakter-karakter yang ada dihimpun dalam sebuah tabel yang sikenal dengan sebutan ASCII (American Standard Code for Information Interchange) yang menjadi acuan sampai sekarang ini.

Dalam dunia digital, bilangan yang dipakai adalah bilangan hexa dan biner. Bilangan hexa banyak dipakai dalam pemograman dan hasil pemograman ini  dikonversi menjadi bilangan biner untuk kemudian ditanamkan ke dalam chip mikroporsesor.

Bilangan biner yang ditanamkan ke chip-chip prosesor merupakan manifestasi dari kondisi aliran listrik pada rangkaian yang hanya mengenal dua kondisi; ON atau OFF yang diterjemahkan menjadi 1 dan 0.

Satu bilangan disebut sebagai satu bit. Dalam dunia elektronika jumlah bit ada yang 4 bit, 8 bit, 16 bit, 32 bit, 64 bit, 128 bit dst. Makin besar bitnya makin komplek data yang diolah.

Kalau beli komputer atau notebook pasti ada informasi prosesor 32 bit, 64 bit.

Kembali lagi kemasalah manipulasi data biner di atas. Bahwa bilangan biner adalah bilangan yang terkait langsung dengan perangkat hardwarenya sedangkan manusianya sudah menggunakan bahasa tingkat tinggi dan tidak bersentuhan lagi dengan bilangan binernya.

Jadi kalau disebutkan akan terjadi manipulasi data karena komputer hanya mengenal bilangan 0 dan 1 maka itu merupakan orang yang tidak paham tentang dunia komputasi. Atau memang orang yang sengaja membuat hiruk pikuk ditengah orang tidak paham yang dibicarakan.

Wassalam,

Syamsul

Post related
  • Fungsi Garis Timbul Pada Huruf F dan J Pada Keyboard
  • Install Konten Al-Qur'an Today
  • Social Media