Category : Religious > Kolom
Author ; Syamsul Arham
Date : 27 Maret 2018, 10:46:49
Hits : 263

KH.Luthfi Bashori

Tulisan bagus tentang dari KH.Luthfi Bashori.

KORUPSI KIRKIRAH

Luthfi Bashori

Sy. Abdullah bin ‘Amr RA mengabarkan, bahwa dalam tanggungan rumah tangga Nabi Muhammad SAW ada seorang laki-laki bernama Kirkirah. Ketika dia meninggal dunia, Rasulullah SAW bersabda, “Ia di dalam neraka.”

Maka berbondog-bondonglah para shahabat pergi untuk melihatnya untuk menyelidiki, dan mereka mendapati jubah (baju) yang didapat Kirkirah dari hasil penggelapan (korupsi) rampasan perang yang belum dibagikan.” (HR. Al-Bukhari).

Korupsi sebuah baju saja dapat masuk neraka, bagaimana kalau korupsi uang senilai segudang baju? Apalagi jika senilai pabrik baju atau yang jauh lebih besar daripada sekedar pabrik baju.

Sy. ‘Adi Ibnu Amirah Al-Kindi RA menginformasikan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang kami angkat di antara kalian memangku suatu jabatan, lalu disembunyikannya terhadap kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka perbuatannya itu adalah penggelapan. Dia akan datang pada hari kiamat kelak, membawa barang yang digelapkannya itu.” (HR. Muslim).

Korupsi sebuah jarum milik negara saja, ternyata kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, tentunya penggelapan yang senila jutaan, milyaran bahkan trilyunan rupiah, akan mengalami penyiksaan yang amat pedih di akhirat kelak.

Sy. Abu Humaid As-Sa’idi RA menceritakan, Rasulullah SAW mengangkat seorang laki-laki bernama Lutbiyah, dari daerah Yaman, yang ditugaskan mengumpulkan zakat. Ketika menghadap Nabi SAW untuk menyetorkan zakat yang telah di pungutnya, ia menerangkan, “Ini zakat yang kupungut kusetorkan kepada engkau, dan yang ini adalah pemberian orang kepadaku.”

Beberapa saat kemudian, Rasulullah SAW naik ke atas mimbar. Mula-mula beliau memuji dan menyanjung Allah Ta’ala. Lalu bersabda, “Ada seorang petugas yang kutugaskan memungut zakat mangatakan, “Ini zakat yang kupungut kusetorkan kepada engkau, dan ini pemberian orang kepadaku.”

Mengapa dia tidak duduk saja di rumah ibu-bapaknya menunggu orang yang mengantarkan hadiah kepadanya? Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, tidak seorang pun di antara kalian yang menggelapkan zakat, melainkan pada hari kiamat kelak dia akan memikul onta yang di gelapkannya itu melenguh-lenguh dikuduknya, atau sapi yang menguak-nguak, atau kambing yang mengembik-ngembik.”

Setelah itu Rasululah SAW mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, hingga kelihatan oleh para shahabat putih kedua ketiaknya, seraya bersabda, “Wahai Allah, telah kusampaikan.” Beliau ucapkan kata-kata itu dua kali. (HR. Muslim).

Saat inipun banyak kejadian semacam ini yang berlaku di tengah masyarakat, yaitu seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan, khususnya yanmg terkait dengan bisnis jasa, lantas mendapat tugas dari perusahaan dengan tanggungan biaya lengkap dari perusahaan tersebut, termasuk ongkos makan dan kerja, namun tetap meminta tips tambahan dari kosumen dengan mengatasnamakan uang lelah, atau uang rokok, dan lain sebagainya.

Sy. Zaid bin Khalid mengungkapkan, bahwa ada seorang laki-laki shahabat Nabi SAW meninggal dunia pada hari perang khaibar. Lalu para shahabat yang lain memberitahukan kepada Rasululah SAW.

“Shalatkanlah temanmu itu,” perintah Rasulullah SAW.

Seketika para shahabat merasa heran dengan sikap Nabi SAW.

Rasululah SAW menerangkan, “Sesungguhnya teman kalian itu telah melakukan korupsi barang-barang sabilillah.”

Para shahabat pun memeriksa barang-barang laki-laki yang telah meninggal tersebut, lalu mereka mendapati selembar selendang milik seorang Yahudi yang harganya kurang dari dua dirham. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i).

Untuk saat ini perkiraan hitungan krus 1 dirham itu adalah sekitar Rp 3.750,-

Ayoo... berobatlah kalian wahai para koruptor, kalau tidak maka kelak kalian akan dipenjara dalam sel-sel besi di neraka.

Post related
  • Kolom :Untuk Mengatasi Krisis Politik Harus Kembali Pada Peladjaran-Pelajaran Agama
  • Kolom : Perang Pemikiran 2
  • Denny Siregar Tidak Paham Esensi Masalah
  • Kolom : Allah Menjadi Hakim di Antara Kita Wahai Para Hakim Konstitusi
  • Social Media