SYAARAR.COM

Sejarah Pengumpulan Al-Qur'an
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 22 Agustus 2017, 20:28:3
Dibaca : 135

Al-Qur'an

Al-Qur'an diturunkan di masa kehidupan Nabi selama 23 tahun. Al-Qur'an diturunkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang disampaikan dengan perantaraan Malaikat Jibril yang kemudian diteruskan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Wassalam dan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Al-Qur'an disampaikan kepada para sahabat untuk dituliskan; ke atas batu, kulit kayu, kulit binatang, daun dan sebagainya. Selain dituliskan, juga dihafal.

 

Dalam Islam ada 2 rujukan hukum yang dipakai untuk menentukan hukum yaitu; Al-Qur'an dan Hadist. Al-Qur'an dan Hadist mempunyai tingkatan yang berbeda dalam mengambil suatu hukum, dimana Al-Qur'an menjadi sumber hukum yang paling utama, sedangkan Hadist lebih kepada tata-cara, contoh-contoh atau nasehat-nasehat yang diberikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang dijadikan rujukan dalam menjelaskan makna-makna yang ada di dalam Al-Qur'an.

Periode Kerasulan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

Al-Qur'an diturunkan di masa kehidupan Nabi selama 23 tahun. Al-Qur'an diturunkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang disampaikan dengan perantaraan Malaikat Jibril yang kemudian diteruskan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Wassalam dan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Al-Qur'an disampaikan kepada para sahabat untuk dituliskan; ke atas batu, kulit kayu, kulit binatang, daun dan sebagainya. Selain dituliskan, juga dihafal.

Setiap ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, juga ditentukan juga nama surat dan posisi ayat atau nomor ayat, sehingga susunan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai sebagaimana yang kita dapatkan sekarang ini merupakan rujukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Dalam masa kehidupan Nabi, para sahabat hanya menuliskan Al-Qur'an saja. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam melarang para sahabat untuk menuliskan Hadist, karena Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menginginkan Al-Qur'an tercampur dengan Hadits.

 

 لَا تَكْتُبُوْاعَنِّي شَيْئًاإِلَّاالْقُرْاٰنَ وَمَنْ كَتَبَ عَنِّي سِوَى الْقُرْاٰنَ فَلْيَمْحُهُ.

Artinya :

“Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku kecuali al-Qur’an. Barang siapa telah menulis dariku selain al-Qur’an, hendaklah ia menghapusnya.” (H.R. Muslim)

 

Pada masa hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, Al-Qur'an lebih banyak dihafal oleh para sahabat selain dalam bentuk tulisan yang ditoreh; di atas batu, kulit kayu, kulit binatang dan sebagainya. Al-Qur'an belum dibukukan, karena pada masa itu belum ada teknologi untuk menuliskan dalam bentuk buku sebagaimana yang ada sekarang ini.

Pada awal sejarah Islam, bangsa Arab lebih mengutamakan hafalan daripada menulis. Syair-syair yang pada masa itu merupakan sesuatu hal yang sangat diagungkan adalah dalam bentuk hafalan. Umum dilakukan para bangsa Arab, mereka berlomba-lomba untuk membuat syair-syair yang panjang kemudian dihapal diluar kepala. Seseorang yang dapat menghafal syair atau dapat menghafal syair seseorang yang panjangnya sedemikian rupa, maka orang tersebut dianggap sebagai orang yang hebat.

Al-Qur'an dihafal oleh para sahabat, hafalan para sahabat ini selalu di murojah atau selalu diulang-ulang, agar hafalannya tidak hilang, tentu agar kemurnian Al-Qur'an tetap terjaga.

Perlu ditekankan disini bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melalui perantara Malaikat Jibril. Maka sangat salah, kalau ada yang mengatakan Al-Qur'an itu merupakan karangan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah wahyu yang diturunkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

Periode Para Sahabat

Periode sahabat dibagi dalam 2 periode yaitu periode Abu Bakar As-Shiddiq dan priode Utsman bin Affan

Periode Abu Bakar As-Shiddiq

Periode Abu Bakar As-Siddiq, terjadi Perang Yamamah pada tahun 11 Hijriyah atau 633 Masehi. Dalam perang tersebut banyak para Hafidz Al-Qur'an yang mati syahid, dalam riwayat disebutkan 70 orang yang meninggal. Banyaknya para Hafidz yang meninggal, membuat Umar Bin Khattab merasa khawatir dan ia mengadukan hal ini kepada Abu Bakar As-Shiddiq sebagai khalifah pada waktu itu.

Kemudian oleh Abu Bakar, ditugaskanlah Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ada pada para sahabat. Zaid bin Tsabit meminta semua lembaran-lembaran tersebut untuk diberikan kepadanya dengan membawa 2 bukti yaitu; lembaran Al-Qur'an dan hafalan. Hafalan disini adalah kesaksian orang-orang yang hafal lembaran tersebut dan mendengarnya langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Setelah semua ayat-ayat Al-Qur'an terkumpul, kemudian disimpan dalam kotak kulit yang disebut "Rab'ah" dan kemudian diserahkan kepada Abu Bakar untuk disimpan. Setelah Abu Bakar wafat, Rab'ah diserahkan kepada Umar bin Khattab dan setelah Umar wafat disimpan oleh putrinya sekaligus istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu Hafsah binti Umar.

Periode Utsman Bin Affan

Dengan semakin berkembangnya Islam di berbagai wilayah Jazirah Arab, Azerbaijan dan Armenia, dimana setiap wilayah diutus seorang penghafal Al-Qur'an. Dalam perkembangan kemudian bacaan Al-Qur'an mengalami perbedaan dalam hal dialek atau cara mebacakannya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri telah mengajarkan membaca Al-Qur'an berdasarkan dialek Quraisy, sedangkan para penghafal yang dikirimkan ke wilayah-wilayah Islam mereka membawakan dengan dialek yang mereka pahami. Penduduk negeri Syam membaca Al-Qur'an dengan qiraat yang dibawakan oleh Ubai bin Ka’ab, penduduk Kuffah membacanya dengan Qiraat Abdullah bin Mas’ud dan yang lain memakai qiraat Abu Musa Al-as’ari. Perbedaan inilah yang kemudian menimbulkan kerancuan dan perselisihan dikalangan umat.

Melihat perkembangan ini Khuzaifah bin al-Yaman resah dan mengadukan hal tersebut kepada Utsman bin Affan sebagai khalifah pada saat itu. Kemudian Utsman mengirimkan utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar.

Kemudian Utsman memanggil Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Saad bin Muadz dan Abdurrahman Bin Haris bin Hisyam untuk membuat mushaf baru. Mushaf Abu Bakar ditulis ulang. Utsman juga berpesan untuk penulisan dilakukan berdasarkan bacaan para penghafal pada waktu itu. Untuk hal-hal yang berbeda dalam pengucapannya dikembalikan kepada dialek Quraisy sebagai dialek aslinya.

Setelah penulisan mushaf ini selesai, mushaf Abu Bakar dikembalikan kepada Hafsah. Sedangkan mushaf-mushaf yang lain ada yang pada saat itu dimasyarakat diperintahkan untuk dimusnahkan. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada diantara umat.

Utsman bin Affan menggandakan mushaf menjadi 4 tiga dikirim ke; Kufah, Basrah dan Suryah dan satu di tinggal di Madinah yang dikenal sebagai Mushaf Al-Imam.

 

Tanda baca di Al-Qur'an

Dengan berkembangnya wilayah Islam keluar dari jazirah Arab menyebabkan kesulitan umat Islam dalam membaca Al-Qur'an tanpa tanda baca atau huruf gundul. Hal ini terjadinya perbedaan cara membaca sehingga menjadi berbeda makna dan ini sangat berbahaya bagi kemurniaan Al-Qur'an.

Khalifah Marwan (685-705 M) memerintahkan ulama besar Al-Hajjaj bin Yusuf As-Saqati untuk memberikan tanda baca atau syakal pada Al-Qur'an. Pekerjaan ini dibantu oleh Nashar bin 'Ashim dan Yahya bin Ma'mur, dua murid Abu Al-Aswad Ad-Duwali.

Perbaikan penulisan berlangsung secara berangsur-angsur sampai abad ke-3 Hijriyah.

 

Al-Qur'an dicetak

Alquran dicetak Alquran pertama kali di kota Bunduqiyah, Venesia, Italia Utara pada tahun 1530 Masehi, kemudian tahun 1694 M di Hinkelman, Hamburg, Jerman dan pada tahun 1698 Masehi di Marraci, Padoue, Italia Utara.

Percetakan Islam baru ada pada tahun 1787 M di kota Saint Petersburg, Rusia, yang didirikan oleh Maulana Usman atau Sultan Ottoman, Turki. Pada tahun 1340 Hijriyah atau 1903 M muncul Alquran mungil yang dicetak di Mesir dibawah pengawasan Al-Azhar kemudian disyahkan oleh Raja Fuad I.

 

Jakarta, 22/08/2017 20.02

 

Credit Picture : abiummi.com

 



Post related
  • Sejarah Hari Ini: Wafatnya Nabi Muhammad SAW di Pelukan Siti Aisyah
  • Bagaimana Agama Menyebar Di Seluruh Dunia
  • Kitab Suci Dan Toilet
  • Kolom : Bohong Itu Lingkaran Syaithan
  • Tags
    Dunia IslamSejarahAl-Qur'anMushaf
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Kaca Mata Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2119
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2119
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 497
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 1172
    Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

    Content-Image
    Dibaca : 412
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 66
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...