SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Kolom : Bijaklah Bukan Pijaklah
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 13 April 2017, 14:05:0
Dibaca : 532

Buya Gusrizal Gazahar

"Bijaklah Bukan Pijaklah"

Kita sering berkata kepada orang yang dizhalimi, bersabarlah !

Kita bahkan berkata ketika orang yang dizhalimi bereaksi menolak kezhaliman, jangan emosional dan tak perlu terlalu berlebihan !

Tapi kita tak mau berkata kepada pelaku kezhaliman, "berhentilah ! sadarlah ! bertaubatlah ! minta maaflah ! atau semisalnya.

Dengan kalimat-kalimat yang tidak berimbang seperti itu, kita sebenarnya bukannya bernasehat tapi menunjukkan bahwa kita paling bijak di antara mereka berdua.

Ketahuilah !

Menolak kezhaliman dengan memperlakukan seorang zhalim sesuai dengan kezhaliman selama tidak haram seperti menghilangkan penghormatan kepada orang yang tidak pandai menghormati orang lain, bukanlah suatu yang haram dapam agama.

Walaupun membalas dengan lebih baik adalah afdhal berdasarkan firman Allah swt:


{ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ} [المؤمنون : 96]

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan". (QS. al-Mukminun 23:96)

 

Namun membalas perbuatan dengan cara yang seimbang juga diizinkan oleh Allah swt sebagaimana firman-Nya:

 

ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ

"...Oleh sebab itu siapa yang menyerangmu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu...". (QS. al-Baqarah 2:194)

 

Jadi, bila kita merasa pintar dan hebat memberikan nasehat sabar kepada orang yang dizhalimi maka kita juga harus berani mengatakan kepada yang menzhalimi bahwa "anda zhalim dan perbuatan anda adalah salah"

Kemudian ingatlah bahwa sikap orang yang dizhalimi tidak harus kita paksa mengambil sikap mengalah karena ia punya hak untuk memperlakukan orang yang menzhaliminya dg cara yang sama selama itu tidak dosa !

Apalagi jika sikap mengalah dan bertawadhu' hanya akan menambah kecongkakan dan kesombongan pelaku kezhaliman.

Keberimbangan inilah yang bersesuaian dengan petunjuk Rasul saw:

 

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

"dari Anas r'a, beliau mengatakan, Rasulullah saw bersabda: “Tolonglah saudaramu baik ia zhalim atau dizhalimi.” Ada seorang laki-laki bertanya; ‘ya Rasulullah, saya maklum jika ia dizhalimi, namun bagaimana saya menolong padahal ia zhalim? ‘ Nabi menjawab; “engkau mencegahnya atau menahannya dari kezhaliman, itulah cara menolongnya.” (HR. Bukhari)

 

Wallahu a'lam.

 

Penulis : Buya Gusrizal Gazahar



Post related
  • Kolom : Tangan Munafik di Tengah Umat dalam Kontrol Otak Kuffar dari Luar
  • Kolom : Kembalilah kepada kesadaran berbangsa
  • Quote : Benci Dan Memaafkan
  • Kolom : Fatwa Itu Obat, Terimalah Agar Sehat
  • Tags
    KolomBuya Gusrizal GazaharSabar
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ©SYAARAR.Com. All rights reserved.